Search This Blog

Saturday, September 5, 2015

Esspresso


Esspresso
          “Me....selamat ya....kamu juara lagi...bahkan sampai lulus masih saja susah merebut posisimu itu...” kurang lebih seperti itulah ucapan teman SMPku saat kelulusan. Ya, memang aku menjadi juara dengan nilai tertinggi, meski hanya dalam satu sekolah. Sebagian besar mengucapkan selamat dengan senyum di wajahnya, sebagian tanpa ekspresi. Bagi teman-temanku, aku adalah anak yang beruntung, terlahir di tengah keluarga yang dihormati dan penuh kasih akung. Bagiku itu tak lebih dari sekedar beban, beban ketika tak berprestasi, beban ketika mendapat nilai jelek. Bagaimana tidak, jika keluargaku berantakan, mendapat nilai bagus seperti sekarang akan lebih mengesankan. Jika harus mendapat nilai jelek, ada kambing hitam sebagai alasan. Tapi, bagaimanapun aku tetap bersyukur terlahir di tengah keluargaku.
Aku terlahir dengan nama Merricury, Teman-temanku biasa memanggilku Meri, ya nama yang seram bukan. Tapi bagi keluargaku nama itu indah sekali, mengingat merkuri itu logam yang memiliki banyak keunikan, meski bentuknya cair dan seperti tak memiliki kekuatan, ia mampu membopong stell dengan berat 200 gr hanya dengan volume yang kurang dari 100 ml, ia mampu membuat tungsten berenang dan keunikan lainnya. Orang tuaku berharap dengan nama itu aku bisa menjadi pribadi yang kuat namun tetap rendah hati.  Aku memiliki dua kakak laki-laki, Umar dan Habib. Mereka sangat berbeda, kak Umar tegas, cuek, selalu tampil rapi dan sangat sederhana, sebaliknya kak Habib Childish, humoris, cerewet dan sangat selebor. Kak Umar terpaut 7 tahun denganku dan 5 tahun dengan kak Habib, Jadi sikapnya sangat dewasa.
Acara kelulusan sudah seminggu yang lalu, aku lantas meminta bantuan kak Umar untuk mengurus ijazah dan lainnya. Karena kebetulan kak Umar sedang liburan kuliah, dengan senang hati dia mengurus semua kebutuhanku, mulai dari mendaftar masuk SMA favorit di kotaku, Banyuwangi sampai keperluan tetek bengeknya. Sesuai kesepakatan keluarga yang sama sekali aku tidak sepakat, aku di masukkan ke SMA tempat kak Habib sekolah, SMA Sakura, selain karna SMA itu SMA dengan akreditasi baik, SMA Sakura merupakan sekolah dengan gelar Juara terbanyak di OSN Nasional, juga sebagai satu-satunya sekolah di Banyuwangi yang ijazahnya diakui di Asia Tenggara. Namun yang terpenting adalah aku satu sekolah dengan kak habib, yang bisa menjadi mata, mulut, dan telinga keluargaku ketika aku disekolah.
Setelah melalui sederet tes masuk, Alhamdulillah, aku dinyatakan diterima di SMA Sakura. Dan besok adalah hari pertama aku masuk, dan aku harus mengikuti MOS atau Masa Orientasi Siswa. Dengan bantuan kak umar, aku membuat topi nenek sihir dari kardus bekas, tas ransel yang juga dari kardus bekas tak lupa Id Card dari kardus yang ditempeli kertas.
“kak habib, kalau disekolah bersikaplah seperti kita gak saling kenal ya kak,pliss”. Pintaku sambil merampungkan Id Cardku yang dibantu kak umar.
“loh memangnya kenapa me?” tanya kak umar padaku, kak umar memanggilku meme, begitu juga dengan kak habib.
“ soalnya kak...kalau semua pada tahu aku adiknya kak habib, itu melukai harga diriku!” jawabku ketus sambil melirik kak habib yang hanya tertawa terbahak sambil bermain gadgetnya. Ka umar hanya tersenyum kecil.
Malam itu aku tidur dengan sangat nyenyak, sambil memluk guling kesayanganku, menantikan hari pertama aku masuk sekolah itu.
*********
Pagi sekali aku diantar kak umar ke sekolah, karena memang siswa kelas 1 di larang membawa kendaraan sendiri. Sebenarnya alasan kenapa aku tidak mau ada yang tahu kalau aku ini adik kak habib, karena kak habib itu siswa yang terkenal. Selain karena dia ketua umum Ekskul Pecinta Alam, ia Terkenal pinter meskipun selebor. Aku tak mau memikul beban apapun di sekolah baruku ini. Karena pastinya semua akan membandingkanku dengannya jika tahu kebenarannya.
Seperti sekolah sekolah lain, kami di suruh melakukan hal yang aneh mulai dari menghitung rumput sekolah sebelum masuk, meminta tanda tangan para osis, membaca puisis jika ada pelanggaran, dan hal lainnya yang sangat tidak berguna. Untung saja hal itu hanya dilakukan ketika jam jam luang, seperti ketika istirahat jam 10-10.30, sebelum masuk jam 6-7 pagi. Selebihnya kegiatannya materi yang sebagaian besar mengenalkan sekolah. Mulai dari guru, sistem pendidikan, cara penilian, peraturan dan lainnya. Selama hampir seminggu begitulah kurang lebih kegiatan di sekolah baru. Sampai di hari sabtu, SMA Sakura menghususkan hari itu untuk Ekstrakurikuler. Sabtu ini aku dan temanku yang lain diperkenalkan dengan masing masing ekstrakurikuler. Untuk sabtu ini kelasku mendapat giliran Pecinta Alam.
Tepat pukul 7 pagi, seorang wanita yang mengaku bernama mega masuk kelas diikuti dengan dua pria yang tak ku kenal.’syukurlah bukan kak habib’ pikirku. Mereka mulai memperkenalkan apa itu PA (Pecinta Alam) tugas dan kegiatannya. Suasana kelas mulai rame ketika 15 menit telah berlalu, aku yang sedari tadi hanya memainkan penaku mulai penat. Kertas kosong di depanku menjadi korban coretan tanganku.hingga tiba-tiba suasana hening kembali. Penjelasan kak megapun berhenti.
“lanjutkan saja” suara serak basah dan berat itu sangat akrab di telingaku. Perlahan aku mengangkat kepala untuk mencari tahu siapa si empunya suara. Benar sekali, kak habib. Aku langsung menutup mukaku dengan buku didepanku. Berusaha menyembunyikan wajahku. Kulihat dari balik buku mata kak habib yang tajam sedang berkeliling diseluruh kelas. Seperti mencari sesuatu. Tak lama bel istirahat berbunyi. Kak mega mengakhiri penjelasannya dan pergi berlalu bersama kak habib. ‘syukurlah ’batinku.
“waaah lihat mas yang tadi masuk terakhir?!beh...wajahnya itu loooch...ganteng...senyumnya....”oceh rika temen sebangkuku.
“eh...ii...iya...” jawabku singkat. Masih tidak percaya apa yang dikatakan rika. Kasihan sekali rika, masih belum tau seusil apa kak habib. Cerewetnya dan semuanya.belum lagi selebornya dia.
“eh siapaaa ya namanya....”tanya rika ke sekelompok cewek yang entah sejak kapan mulai mengerumuni mejaku.
“kak habib” jawabku enteng.
Semua mata tertuju padaku. Menatapku heran.
‘Mati aku, aku lupa kalau niatku untuk bersikap asing pada kak habib.’ Batinku. Aku mulai kebingungan mencari alasan terlogis untuk menutupi hubunganku dengan kak habib.
“ehm...aku tahu dia di bagan susunan organisasi PA. Ada fotonya juga loooh...” celotehku mencoba menjawab yang mungkin akan mereka tanyakan.
“oooh...., aku kira kamu kenal dia mer...” celoteh rika. Ku lihat tak satupun dari mereka curiga padaku. Berarti aman.
Istirahat kali ini aku memilih makan di kedai mie ayam yang rame. Salah satu kedai di foodcourt SMA Sakura. Aku nekat karena penasaran. Selama seminggu aku masuk sekolah ini aku selalu tak kebagian porsi mie itu. Apa sebegitu enaknya?, sampai selalu habis sebelum waktunya. Hari ini aku bertekad untuk merasakannya.
Aku menyiapkan uang digenggaman tanganku. Aku menyerbu masuk, berdesakan dengan siswa lainnya. Tapi apa daya tubuh kecilku ini tak mampu menyingkirkan tubuh yang lain. Aku lihat sebagian besar siswa menulis menunya dan meletakkannya di draft pesanan. Ada juga yang datang, duduk dan langsung menerima pesanan mie yang terlihat lezat. Aku bingung. Bagaimana sebenarnya format pemesanan mie ini?.
“hai...aku salman” suara lelaki jangkung mengagetkanku. Kulihat tangannya menyodorkan ajakan untuk berjabat. Aku balas salaman tangan itu.
“merri” jawabku singkat.
“mau pesan ? sini aku bantu.” Dia menawarkan bantuan. “alhamdulillah” batinku, aku tersenyum dan menuliskan pesananku di kertas yang ia pegang. Setelah selesai, dia menghilang dikerumunan siswa yang memesan. Selama ini aku selalu bahagia memiliki tubuh imut. Karena selalu mendapat perhatian lebih dari kakak kakakku. Juga orang tuaku. Selain itu, selalu tersedia stok baju di seluruh swalayan dan butik. Tanpa memesan seperti kak umar dan kak habib. Hanya untuk satu baju, harus menunggu sekian hari. Tapi sekarang, aku iri dengan salman, laki-laki jangkung yang baru saja aku kenal. Dia begitu mudahnya menerobos kerumunan itu. 10 menit kemudian, dia datang dengan pesanan kami.
“aku keponakan ibu yang jual itu, jadi aku bisa langsung masuk dan menyiapkan sendiri” cerita salman sambil menyantap makanannya.
Aku tersenyum bahagia. Setidaknya aku punya satu teman yang bisa membuatku tidak menunggu makanan. Setelah aku cicipi kuahnya, hemb memang kuahnya enak, ditambah mienya yang dasarnya memiliki rasa.hemb pantas saja kedai ini selalu ramai. Memang enak.
“kamu suka esspresso?!” tanya salman saat melihatku begitu menikmati esspresso yang aku pesan.
“heemb. Rasanya murni dan asli, benar-benar nikmat” jawabku sambil tersenyum.
“aneh...” sahut salman sambil menggaruk kepalanya.
“kenapa aneh?!apa karena biasanya yang minum ini orang berumur gitu??” jawabku jutek. Salman hanya tertawa dan pergi meninggalkan foodcourt dan aku.
‘oh iya, anak kelas berapa dia? Jurusan apa?’ batinku. Benar-benar kurang peduli ya aku ini. Tak lama mie ku habis, bel tanda masuk berbunyi. Akupun bergegas kembali ke kelas.
******
“assalamualaikum “ ucapku ketika memasuki rumah. Kutengok di rak sepatu masih belum ada sepatu kak habib. Artinya ia belum pulang . aku masuk ke dalam, ke ruang baca tempat dimana biasanya abuya(atau buya adalah panggilan kami ke ayah kami) menghabiskan waktunya membaca.
“oh....adek.sudah pulang?!” ucap buya menyambut uluran tanganku. Sambil dengan lembut beliau mengelus jilbabku. Kemudian beralih mencium pipi ku.
“kak umar mana? Kok ga jemput?” tanyaku pada buya.
“kak umar ngnter mimi ke pasar, katanya ada temen kak umar mau berkunjung, jadi mimi mau masak besar” jawab ayah sambil tersenyum.
“buya gak ada kelas?” tanyaku singkat. Buya ku seorang dosen ilmu agama islam di suatu universitas negeri di Banyuwangi. Buyaku yang memberikan nama pada kedua kakakku. Sedangkan mimi (ibu) adalah peternak ayam. Mimi lulusan kimia, karenanya ia memberiku nama merricury.
“buya belum ada kelas, masih liburan” jawabnya singkat sambil tersenyum. Aku lupa sekarang masih musim liburan para mahasiswa.
“Assalamualaikuuuum...” terdengar ucapan salam yang mengalun alun di depan. Aku dan buya saling menatap.
“pasti kak habib. Buya kenapa sich kak habib gak dipondokin aja, biar belajar qori’ dengan berbagai lagu?! Biar manfaat tuuuh teriakannya.” Celotehku yang selalu ribut dengan kak habib. Buyaku tersenyum melihat tingkahku dan kak habib yang selalu menggodaku.
Kak habib menghampiriku dan buya. Ia langsung mencium tangan buya.
“buya tau gak tadi ada yang diajak kenalan sama cowok di kedai mie sekolah “ celoteh kak habib sambil melirikku. Mulai menggodaku.
“buya meme ke kamar dulu” pamitku yang gak mau meladeni ulah iseng kak habib.
“cie cie...malu tuh buya” lanjut kak habib pantang menyerah. Buya hanya tersenyum. “buya meme di bantu mesen mie.....” celoteh kak habib yang semakin hilang bersamaan dengan langkahku yang semakin menjauh menuju kamarku.
Sesampai kamar aku meletakkan tasku di atas meja belajarku. Membuka jilbabku dan membanting tubuhku di atas kasur. Lelah sekali hari ini rasanya.
‘you and me we made a vow...’ terdengar lantunan suara sam smith dari ponselku. Kulihat ada beberapa pemberitahuan. Diantaranya email dari sekolah yang membagikan jadwal pelajaran serta guru yang bisa diikuti semester pertama ini. Aku membuka laptopku dan mulai memilih lewat website resmi sekolah. SMA Sakura merupakan sekolah yang menjuruskan pembelajaran siswanya sejak dini. Semua siswa diwajibkan mengikuti mata pelajaran matematika, PBSB dan Agama. Untuk yang lain merupakan mata pelajaran penjurusan. Di SMA Sakura ada beberapa jurusan yang bisa di ambil, yakni Bahasa dan Sastra, IPA, IPS, Seni. Masing masing jurusan memiliki mata pelajaran yang wajib diambil selama masa studi. Aku mulai memilih. Sesuai tes masuk aku memiliki kesempatan untuk memilih salah satu dari keempat jurusan tersebut. Berbeda dengan kak habib yang hanya diperbolehkan memilih antara seni dan bahasa. Aku memilih IPA. Setelah usai memilih mata pelajaran yang ditawarkan aku menutup laptopku dan beristirahat.
*******

Friday, September 4, 2015

Mercury, Shiny Devil Heavy Metal.


Global mercury emissions inventories continue to improve as new data and better data become available concerning some sources. The method for compiling the inventory of anthropogenic emissions to the atmosphere has also been revised and improved. Differences in air pollution control technologies and differences in the mercury content of raw materials
and fuels in different countries and regions have been factored into emissions calculations to better reflect actual conditions in each country. In the Global Mercury Assessment 2013, a new updated inventory, based on data from 2010, is presented in which some new sources (including emissions from combustion of natural gas and primary aluminium production and emissions associated with oil refining) have been quantified for the first time. A more detailed analysis has also been made of some of the major mercury emission sectors, including the break-down of emissions from coal burning in power plants, industrial and other uses. In addition, new information acquired through the UNEP Global Mercury Partnership area on Reducing Mercury in Artisanal and Small-scale Gold Mining,
in particular from the Artisanal Gold Council, has resulted in a significant re-evaluation of emissions from the ASGM sector(UNEP Global Mercury,2013).
Mercury, is one of heavy metal that has dangerous effect to our body. In periodic table of chemistry, mercury is number 80 atoms in group 12 or IIB. Mercury is the only metal that has liquid fase at room temperature (25 degree of celcius) with silver colour. Mercury is volatile metal.
Mercury in the nature is classified by 3 form. there is metal mercury, organic mercury and anorganic mercury. Metal Mercury is described in paragraph one. Anorganic Mercury is Mercury that has interaction (bonding or just interaction) with anorganic compound, such as Clorin, sulphur e.t.c. Anorganic mercury can soluble in alcohol. that compound can make presipitation of asam amino in our body.
Organic Mercury is mercury that has interaction with an or more organic compound, such as  metil, etil, phenil e.t.c. this compound can make the liphopillus compound. liphopillus compound can easily absorbed to the brain. thats why organic mercury or organo mercury is more dangerous then Anorganic Mercury. 
Mercury usually enter human body by food. food that contamination with mercury, can make our body contaminated by mercury. Mercury usually form of anorganic mercury in our body. anorganic compound can make protein precipitate in human organ. mercury anorganic that ionize will be Hg 2+.  Hg 2+ can bonding with two of cystein make dicysteinilmercury. In 1993, Clarkson discussed the concept that mercury, and other metals, form complexes with biological molecules that mimic structurally endogenous molecules. For example, the complex formed between methylmercury and cysteine is thought to “mimic” the amino acid methionine, as a means to gain entry into the central nervous system via specific amino acid transporters. Evidence supporting this hypothesis comes from studies on the uptake and/or transport of methylmercury by astrocytes (Aschner et al., 1990) and the endothelial cells lining the blood-brain barrier (Aschner and Clarkson, 1989, Kerper et al., 1992). Another potential transportable molecular homolog may occur when inorganic mercury or methylmercury binds to glutathione. The complex formed when two molecules of glutathione bind to a single mercuric ion may also prove to be a functional molecular homolog of glutathione disulfide. The implication of a dicysteinylmercury complex being homologous to, or “mimicking,” the amino acid cystine does, however, appear to be a novel addition to the purported species of molecules that are involved in mimicry during the process of transporting a toxic metal into an epithelial cell.
RUDOLFS K. ZALUP
Sumber :
Clarkson TW (1972) The pharmacology of mercury compounds. Annu Rev Pharmacol Toxicol 12:375–406.
Clarkson TW (1993) Molecular and ionic mimicry of toxic metals. Annu Rev Pharmacol Toxicol 32:545–571.
Clarkson TW and Magos L (1967) The effect of sodium maleate on the renal disposition and excretion of mercury. Br J Pharmacol Chemother 31:560–567.
Conner EA and Fowler BA (1993) Mechanisms of metal-induced nephropathy, in Toxicity of the Kidney, 2nd ed (Hook JB and Goldstein RS eds) pp 437–457, Raven Press, New York.
Zalups RK (1995) Organic anion transport and action of g-glutamyltranspeptidase in kidney linked mechanistically to renal tubular uptake of inorganic mercury. Toxicol Appl Pharmacol 132:289–298.

Rujak Soto, Kuliner Lezat dari Sun Rise Of  Java

Rujak Soto Makanan Khas Banyuwangi
Banyuwangi adalah kabupaten yang terletak di ujung timur pulau jawa. Banyuwangi berbatasan langsung dengan selat Bali. Banyuwangi terkenal dengan berbagai keindahan alamnya, diantaranya gunung ijen, pantai dan hutannya yang masih lebat dan asri. salah satu pantai yang terkenal adalah pantai Plengkung, atau lebih dikenal dunia dengan sebuta G-Land. selain keindahan alamnya, Banyuwangi juga memiliki keragaman kuliner yang lezat dan cenderung asin dan pedas.
Rujak soto adalah salah satu maskot kuliner Banyuwangi. Rujak soto adalah makanan perpaduan antara rujak sayur dengan kuah soto. kuah soto yang digunakan bukanlah soto lamongan, soto dok atau soto lainnya. karena menurut pemenang juara II lomba rujak soto di Banyuwangi, Ibtida'iyah (emak saya) dan timnya, soto yang digunakan memiliki ciri khas, dimana serai yang biasa digunakan dalam soto, dalam hal ini tidak digunakan. hal ini karena serai dapat menghilangkan rasa kacang dalam rujaknya.
Soto tersebut biasanya di isi dengan ceker, kepala, sayap ayam. Jangan khawatir yang tidak suka ayam bisa diganti dengan daging sapi atau babat sapi. Rujak soto lebih nikmat dinikmati dengan kerupuk atau melinjo gireng, dengan taburan bawang merah goreng dan kecap.
Di sekitar Kabupaten Banyuwangi banyak yang menjual makanan tersebut. Orang lokal biasa menyebut Rujak Soto dengan sebutan Rujak Ajin. so tertarik untuk mencobanya?! lets join us in Banyuwangi.